www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Investasi Berkah dan Mudah? Yuk jadi Investor Saham Syariah

23-Oct-2017 09:14:59 WIB | Online | Share
Investasi Berkah dan Mudah? Yuk jadi Investor Saham Syariah

Investasiku.co.id – Secara umum langkah awal menjadi investor saham syariah tidak berbeda dengan investor saham reguler. Tapi pada praktiknya ada sejumlah perbedaan mulai dari pilihan saham sampai fasilitas transaksi.

Belakangan, industri pasar modal syariah terus berkembang. Semakin banyak pula nasabah atau investor yang fokus pada investasi sesuai syariat itu.

Catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), persentase investor syariah terhadap total investor di Pasar Modal Indonesia meningkat paling signifikan. Pada 2014 persentasenya baru mencapai 0,7 persen dari total investor kemudian meningkat menjadi 1,1 persen pada 2015.

Persentasenya bertambah lagi menjadi 2,3 persen pada 2016, hingga akhirnya mencapai 3,1 persen per Agustus 2017. Total jumlah investor di pasar modal Indonesia sekitar satu juta didominasi investor saham.

Baca : Jumlah Investor Tembus Satu Juta

Secara persentase, transaksi saham di BEI sudah didominasi oleh saham-saham berbasis syariah. Meskipun pelaku transaksinya tidak hanya dari pemilik akun saham syariah atau yang hanya fokus di saham syariah saja tapi secara total.

Sebesar 56 persen nilai transaksi saham di BEI terjadi pada saham berbasis syariah. Sekadar gambaran, rata-rata nilai transaksi saham secara harian sejak awal 2017 sampai 20 Oktober 2017 sebesar Rp7,284 triliun. Rata-rata volume saham ditransaksikan secara harian sebanyak 11,686 miliar saham dan secara frekuensi sebanyak 311.012 kali.

Wajar transaksi di saham berbasis syariah mendominasi. Sebab sekitar 62 persen dari jumlah saham tercatat dan diperdagangkan di BEI merupakan saham-saham berbasis syariah. Jumlah itu setara 55 persen nilai kapitalisasi pasar di BEI.

Per 20 Oktober 2017, nilai kapitalisasi pasar saham (market cap) di BEI sebesar Rp6.518 triliun. Jumlah saham tercatat sebanyak 564 saham.

Baca Juga: Jelas Ya Mekanisme Perdagangan Saham itu Halal

Pasar modal syariah terus berkembang juga didukung regulator. BEI saja, misalnya, sekarang sudah memiliki 34 Galeri Investasi Syariah di 34 universitas. Kabarnya, paling banyak sedunia.

Selain itu sistem di perusahaan sekuritas (broker) Anggota Bursa juga sudah didukung platform khusus untuk investor syariah. Namanya Syariah Online Trading System (SOTS). Sebanyak 12 perusahaan sekuritas yang sudah punya sistem itu.

Misalnya, iTrimegah Syariah dan lainnya. Pada intinya SOTS untuk melayani transaksi saham syariah dan termasuk juga efek syariah lainnya. Di paar modal Indonesia, terdapat empat jenis efek syariah yaitu saham syariah, sukuk, reksa dana syariah, dan Exchange Treded Fund (ETF) syariah.

Terus bagaimana caranya biar tahu yang mana saja saham syar’I dan bukan? Nggak perlu pusing. Saham syariah sudah dikelompokkan dalam dua indeks yaitu Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).

Supaya lebih rinci lagi, untuk memulai investasi di pasar modal syariah terutama saham syariah, tahapannya secara umum seperti ini:

  1. Datangi perusahaan sekuritas atau daftar secara online untuk tahap awal. Ingat, karena mau investasi sesuai prinsip syariat, datangi broker yang sudah punya SOTS.
  2. Siapkan segala dokumen diperlukan. Baca lagi ini: Langkah Awal Jadi Investor Saham
  3. Pilih rekening atau akun syariah saat pembukaan jenis rekening
  4. Pilih salah satu bank syariah yang sudah menjadi bank kustodian atau bank syariah yang bekerjasama dengan perusahaan sekuritas tempat membuka rekening.
  5. Setelah itu, mulai lah berinvestasi. Bertransaksi saham syariah. Karena pilih akun syariah dan transaksi melalui SOTS, investor tidak akan keliru salah beli saham yang tidak masuk daftar ISSI atau JII.

Selain itu, rekening saham syariah juga tidak akan mendapatkan fasilitas marjin yaitu pinjaman yang diberikan supaya bisa transaksi melebihi uang yang dimiliki. Tapi aturan dan ketentuan transaksi dengan fasilitas marjin untuk akun saham reguler cukup ketat, diatur oleh BEI.

Nah setelah mulai berinvestasi, jangan malas untuk terus update informasi terutama yang bisa memengaruhi pasar saham dan secara spesifik bisa pengaruhi kinerja perusahaan yang sahamnya sudah dimiliki atau baru masuk daftar incaran beli.

Lebih oke lagi jika sebagai investor saham syariah, perilaku kita juga terdorong untuk lebih syar’i. Hehehe… Hindari juga perilaku berjudi saat investasi dan kedepankan prinsip investasi karena siapa tahu kadar syariahnya jadi berkurang.

Selamat menjadi investor saham syariah. Salam.

Foto: videblocks

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved