www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Ini Sumbangan Pasar Modal Terhadap Negara dan Masyarakat

13-Mar-2017 21:56:55 WIB | Online | Share
Ini Sumbangan Pasar Modal Terhadap Negara dan Masyarakat

Investasiku.co.id - Sumbangsih industri pasar modal terhadap negara cukup signifikan. Bisa semakin besar jika mulai mampu memenuhi kekurangan biaya dalam program pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah.


Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kontribusi pasar modal terhadap kesejahteraan masyarakat mencapai Rp 215,62 triliun pada 2016.

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, memaparkan total Rp 215,62 triliun kontribusi pasar modal terhadap kesejahteraan masyarakat itu bersumber dari berbagai efek. Mulai dari capital gain, dividen, sampai kupon obligasi.

Capital gain atau pertumbuhan nilai dari harga saham pada 2016 sebesar Rp 1.113,97 triliun atau naik 15,32 persen dibandingkan Rp 965,99 miliar pada 2015. Artinya ada tambahan sebesar Rp 147,99 triliun.

Dari sisi dividen, kontribusi mencapai total sebesar Rp 86,63 triliun. Sebesar Rp 46,78 triliun di antaranya dinikmati investor asing sebaliknya investor local meraih dividen sebesar Rp 39,85 triliun.

Sedangkan di kupon obligasi, investor lokal mendominasi dengan meraih nilai sebesar Rp 27,78 triliun pada 2016. Jauh di atas investor asing yang hanya menikmati sebesar Rp 1,77 triliun.


Berapa sumbangan pasar modal terhadap pendapatan pajak negara pada 2016? Bisa dilihat dari grafis berikut:



Di luar itu, diukur dari penciptaan lapangan kerja, dari 537 perusahaan tercatat secara total melibatkan sebanyak 1,781 juta orang. ”Bayangkan jika ada tambahan 30 emiten (perusahaan tercatat) baru saja setiap tahun maka jumlah tenaga kerja akan bertambah signifikan,” kata Tito saat membuka Underwriting Network 2017 di hotel The Anvaya, Kuta, Bali, Jumat (10/03).

Khusus dari jumlah perusahaan tercatat, menurutnya, BEI memiliki ambisi mengejar Singapura dan Amerika Serikat (AS). Hal tersebut memungkinkan terjadi jika kesadaran tentang investasi dan menjadikan pasar modal sebagai sarana meraih pendanaan jangka panjang semakin meningkat.

Potensi pasar modal menjadi sumber pendanaan jangka panjang memang sangat besar. Pasar modal merupakan satu-satunya wadah paling tepat untuk mendukung program infrastruktur oleh pemerintah yang sifatnya jangka panjang.

Hal tersebut diakui oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang P.S Brodjonegoro. ”Evolusi pembiayaan infrastruktur di Indonesia sebenarnya sudah harus dilakukan. Kalau mengacu pola lama, tidak jauh-jauh dari pemerintah seolah-olah bergantung besar kecilnya anggaran pemerintah,” ungkapnya, di tempat sama.

Padahal sudah mulai harus lebih luas lagi sumber pendanannya. Dari total kebutuhan biaya infrastruktur sekitar Rp 4.700 triliun dalam lima tahun, menurut dia, anggaran pemerintah paling mentok mampu mencukupi sebesar 40 persennya saja. ”Itu dengan scenario optimis ya,” tegasnya.

Lalu dari mana 60 persen kekurangannya akan ditutup? Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memang bisa membantu, tapi maksimal hanya sekitar 23 persennya saja. Maka dari total keduanya yang sama-sama bersumber dari pemerintah, baru tercapai 63 persen.

Lalu sebesar 37 persen sisanya? Di situ lah peran swasta melalui pasar modal dibutuhkan. ”Swasta is a must (peran swasta menjadi sebuah keharusan),” terangnya.

Memang, tanpa peran swasta, infrastruktur tetap bisa dibangun. Tapi hanya mencapai sebesar 63 persen itu. Konsekuensinya, pembangunan tidak sesuai ekspektasi. ”Lalu competitiveness (daya saing) berkurang dan akhirnya tidak menarik minat investasi,” ucap Bambang.


Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved