www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Ini Cara Pengelola Dana Pensiun Berinvestasi

22-Mar-2017 12:06:11 WIB | Online | Share
Ini Cara Pengelola Dana Pensiun Berinvestasi

investasiku.co.id - Pernah dengar Dana Pensiun (dapen)? Berapa jumlah lembaga pengelola dapen? Berapa asetnya? Bagaimana cara mengelola dananya? Ayo kita bahas. Pada intinya, mayoritas atau lebih dari 60 persen dapen diinvestasikan di pasar modal baik melalui saham, reksa dana, maupun surat berharga.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat saat ini terdapat 248 pelaku industri dapen. Ada tiga jenis dapen di dalamnya yaitu Dana Pensiun Pemberi Kerja Program Pensiun Manfaat Pasti (DPPK PPMP), DPPK Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

Total aset dikelola oleh seluruhnya per Januari 2017 adalah sebesar Rp 241,47 triliun. Porsi terbesar ada di DPPK PPMP yang mencapai sebesar Rp 148,8 triliun.

Tapi, dari sisi kinerja investasi, DPLK paling unggul. Per Januari saja (disetahunkan mulai Januari 2016 ke Januari 2017), dana kelolaannya bisa naik 29,87 persen atau bertambah sebesar Rp 15,1 triliun menjadi Rp 65,8 triliun.


Dana kelolaan DPPK PPIP menempati urutan kedua dari sisi kinerja investasi karena berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 17,47 persen menjadi Rp 26,7 triliun pada Januari 2017. Sedangkan DPPK PPMP hanya tumbuh 7,51 persen.




Dari total dana kelolaan yang ada di dapen, sebesar 64,19 persen di antaranya diinvestasikan di pasar modal. Dari total yang masuk ke pasar modal itu, sebesar 23,71 persennya diinvestasikan di instrument Surat Berharga Negara (SBN), sebesar 20,43 persen di instrument obligasi, sebesar 12,60 persen di saham, dan sebesar 6,30 persen masuk ke reksa dana.

Selebihnya ada sukuk, medium term notes (MTN), Efek Beragun Aset (EBA), dan Dana Investasi Real Estate (DIRE) alias REITs.

Di luar pasar modal, investasi dapen masuk ke pasar uang dengan porsi sebesar 26,89 persen dari total dana kelolaan dapen. Sisanya sebesar 8,92 persen diinvestasikan dalam bentuk lainnya seperti penempatan langsung, tanah, dan bangunan.

Direktur Eksekutif Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi mengatakan secara umum investasi dapen selalu mencari yang tidak terlalu fluktuatif tetapi sustainable (keberlanjutan) sehingga risikonya terkendali. ”Jadi untuk sahamnya kami tidak naik juga tidak turun,” kata dia saat Sosialisasi Instrumen Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA – SP) oleh PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) kepada pelaku jasa keuangan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/03).


Baca juga: Produk Ini Mengubah Aset Beku Menjadi Likuid

Dapen memang butuh investasi. Tetapi karena menyangkut dana milik masyarakat utamanya para karyawan dari setiap lembaga pengelola dapen maka diupayakan risikonya seminimal mungkin.

Maka tidak heran jika porsi terbesar dari investasi yang masuk ke pasar modal ada instrument surat berharga negara dan obligasi. Sebab imbal hasilnya sudah pasti sehingga terukur.

Meski begitu, dapen juga tidak ingin kehilangan momentum dari positifnya investasi di saham dan reksa dana yang selama ini memiliki track record sebagai pemberi keuntungan tertinggi. Hanya saja porsinya diperkecil.

Toh dengan porsi sedikit tapi keuntungan besar sudah cukup membantu untuk membuat portofolio dapen menjadi semakin positif.

Kenapa dapen butuh investasi menguntungkan? Kenapa dananya tidak disimpan saja di bank supaya aman sehingga kelak saat orang-orang pensiun dan mencairkan dananya, uangnya tetap ada.

Nah kalau mau begitu, bisa saja. Tapi perlu diingat bahwa inflasi terus terjadi. Belum lagi risiko – risiko lainnya. Dapen perlu mengelola dana agar nilai uang yang dikumpulkan tidak susut.


Baca ya : Bukan Cuma Inflasi Alasan Kenapa Harus Investasi


Prinsipnya sebenarnya sama dengan bagaimana kita secara individu perlu mengelola uang sendiri untuk kepentingan masa depan. Dapen juga mengelola dana yang terkumpul sebagai bagian dari merencanakan masa depan.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved