www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Ini Cara Diversifikasi untuk Minimalisir Risiko Investasi

29-May-2017 06:04:19 WIB | Online | Share
Ini Cara Diversifikasi untuk Minimalisir Risiko Investasi

Investasiku.co.id – ‘Don’t put your eggs in one basket’ adalah salah satu nasihat investasi paling populer. Terutama di pasar modal. Maksudnya adalah supaya melakukan diversifikasi, tidak bertumpu pada satu pilihan produk investasi saja sehingga bisa meminimalisir risiko.

Coba kita cermati lagi, nasihat bijak agar menyebar investasi dengan tidak terpaku pada satu pilihan saja memang baik. Perlu kita pertimbangkan dan jalani.

Prinsip menyimpan dana tidak hanya di satu tempat itu mengacu pada jiwa “low profile” bahwa kita semua tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada hari esok. Bahkan investor sekelas Warren Buffet saja sangat menganjurkan tentang diversifikasi itu.

Baca : Bijak dan Cerdiknya Warren Buffet Ini Perlu Dijadikan Inspirasi

Walaupun, memang, tidak dianjurkan juga sekadar melakukan diversifikasi investasi. Sebelumnya kita harus memahami tentang produk-produk investasi dan mempunyai alasan yang cukup kenapa akhirnya memilih produk tertentu sebagai diversifikasi.

Jika dikaji secara teknis, memaknai diversifikasi juga beragam. Bagi sebagian investor, diversifikasi itu dilakukan dalam satu jenis instrument tetapi berbeda sektor. Misalnya, investor yang memang berkarakter “high risk, high return” dengan tetap memilih instrument investasi saham.

Meskipun tetap di pasar saham, diversifikasi tetap dia lakukan. Yaitu dengan memilah antara saham dengan fluktuasi harga cukup tinggi sehingga risikonya juga sangat tinggi dan saham dengan pergerakan harga cukup stabil.

Saham fluktuatif dia pilih untuk dijadikan sasaran investasi jangka pendek dan bahkan trading baik itu harian maupun mingguan. Sedangkan saham lainnya dia pilih untuk menabung secara jangka panjang. Alokasi porsi dananya juga bisa jadi tidak sama. Bisa lebih besar untuk jangka panjang atau bisa juga sebaliknya.

Baca lagi : Cermati Cara Pilih Saham untuk Ditabung Jangka Panjang

Selain dari karakteristik pergerakan harganya, diversifikasi di instrument saham juga biasanya dilakukan berdasarkan latar belakang sektor bisnis. Misalnya, saham dari sektor pertambangan dipilih untuk jangka pendek dan menengah sedangkan saham sektor barang konsumsi atau keuangan untuk jangka panjang.

Nah bagi sebagian pandangan lainnya, diversifikasi produk investasi di pasar modal adalah dengan lintas instrument. Misalnya, membagi porsi dana investasi antara untuk investasi di saham, investasi dalam bentuk reksa dana, dan dalam bentuk surat utang baik Surat Utang Negara (SUN) maupun surat utang perusahaan (obligasi korporasi).

Melakukan diversifikasi lintas instrument seperti itu tentu juga baik. Sebab upaya meminimalisir risiko bisa lebih maksimal.

Akan tetapi, penanganannya juga harus lebih maksimal. Butuh upaya lebih untuk mengontrol semua aset yang kita miliki dari berinvestasi di ragam instrument itu. Maka biasanya diversifikasi seperti itu dilakukan para pihak atau lembaga professional yang punya cukup ilmu dan sumber daya manusia seperti asuransi atau Dana Pensiun.

Simak Ini : Ini Cara Pengelola Dana Pensiun Berinvestasi

Secara lebih luas lagi, diversifikasi investasi oleh sebagian pihak dianggap dengan memisahkan antara investasi sektor riil dengan pasar modal. Katakan lah di pasar modal digolongkan menjadi satu tujuan investasi umum entah itu dalam bentuk saham langsung maupun melalui reksa dana dan surat utang.

Kemudian, dialokasikan sebagian dana investasi lainnya untuk masuk ke sektor riil. Misalnya, properti, logam mulia seperti emas, atau penyertaan di koperasi atau bisnis lainnya.

Memang ada baiknya langkah itu dilakukan. Sebab dari sudut pandang pemisahan secara garis besar itu setidaknya benar-benar memisahkan antara instrument investasi portofolio dengan aset riil. Namun diversifikasi seperti ini sebenarnya juga butuh upaya ekstra untuk memantaunya.

Apapun upaya diversifikasi yang ingin ditempuh, ada baiknya setiap investor menghitung ulang modal dimiliki dengan tujuan dalam berinvestasi. Bisa dikonsultasikan dengan penasihat keuangan atau bertanya kepada Manajer Investasi tempat kita berinvestasi.

Tapi dalam berinvestasi di pasar modal saat ini sebenarnya upaya diversifikasi bisa cukup mudah dilakukan. Sudah ada aplikasi atau platform online yang membantu memudahkan memantau dan bahkan memindahalihkan dana investasi kita dalam sekejap secara mudah dan nyaman.

Bisa memilih reksa dana online, trading saham secara online melalui aplikasi, dapat layanan informasi baik dari sisi makro ekonomi, pergerakan portofolio, bahkan sampai berita regulasi. Jadi, silakan dipelajari lagi.

Foto: Goodwp

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved