www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Ini Bukti Investor Saham Taat Pajak

30-Sep-2017 22:36:29 WIB | Online | Share
Ini Bukti Investor Saham Taat Pajak

Investasiku.co.id – Perlu dipahami bahwa transaksi saham tidak luput dari pajak. Berapa besarannya? Transaksi apa saja yang kena biaya dari Negara itu? Yuk kita pelajari secara umum di sini.

Prinsipnya ada dua transaksi saham yang terkena pajak; transaksi penjualan dan pajak dividen. Besarannya masing-masing berbeda;

Transaksi Jual Saham

Beruntung Direktorat Jenderal Pajak hanya memberlakukan tarif untuk transaksi jual. Sebaliknya transaksi beli saham tidak kena bayar pajak.

Meskipun transaksi jual saham saja yang kena, pajak tidak peduli berapa keuntungan dari hasil jual saham (capital gain), impas alias tidak ada keuntungan, atau malah rugi karena nilai jual lebih rendah dibandingkan saat beli (capital loss).

Pokoknya pajak dibayarkan dari nilai bruto atas transaksi yang terjadi. Berapa besarannya? Sebesar 0,1 persen dari nilai transaksi penjualan saham.

Misalnya, punya saham WXYZ senilai Rp 1.000.000 (satu juta) dan dijual semuanya. Maka pajaknya sebesar 0,1 persen dari Rp 1.000.000 yaitu Rp 1.000 (seribu).

Nah itu kalau sehari sekali transaksi senilai itu. Kalau dalam sehari kemudian jual saham lainnya lagi dan sampai berkali-kali ya sebanyak itu lah nilai pajaknya menyertai.

Pajak transaksi jual sebesar 0,1 persen itu khusus untuk investor. Sebab ada juga pajak penjualan saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) ketika sebuah perusahaan melakukan penawaran saham kali pertama kepada public.

Besarannya memang sama yaitu 0,1 persen juga tapi ditambah 0,5 persen. Tinggal dihitung saja, berapa nilai yang didapatkan perusahaan saat proses IPO itu dikali 0,1 persen dan ditambah setengah persen lagi.

Tapi tidak perlu pusing-pusing menyisihkan uang setiap habis transaksi jual saham. Pemotongannya sudah dilakukan secara otomatis dari sistem yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan perusahaan sekuritas nanti yang akan melaporkan rinciannya kepada investor.

Baca Juga: Antara Dividen dan Capital Gain

Pajak Dividen

Pajak juga dikenakan kepada investor yang mendapatkan dividen. Besarannya tidak sama antara investor dalam negeri dengan investor asing, antara pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan yang tidak punya.

Persentase pajaknya seperti ini:

  1. Sebesar 10 persen dari nilai total dividen didapatkan (bruto) untuk wajib pajak domisili di Indonesia (Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri).
  2. Sebesar 15 persen dari bruto untuk Wajib Pajak Badan Dalam Negeri atau Bentuk Usaha Tetap pemilik NPWP.
  3. Sebesar 30 persen dari bruto untuk Wajib Pajak Badan Dalam Negeri atau Bentuk Usaha Tetap yang tidak memiliki NPWP.
  4. Sebesar 20 persen dari bruto untuk Wajib Pajak Luar Negeri.

Data investor yang berhak menerima dividen akan tercatat oleh SRO terutama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Perusahaan yang membagikan dividen akan membayarkan pajaknya dipotong sesuai nilai masing-masing investor penerima.

Maka, komponen pajak tidak bisa dihindari oleh investor saham. Hikmahnya, jadi investor saham maka menjadi warga Negara taat pajak.

Foto: LawIncomesTaxReform/Shutterstock

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved