www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

IHSG Pecah Rekor, Reksa Dana Saham Juga Naik Paling Kencang Lho

20-Mar-2017 10:46:48 WIB | Online | Share
IHSG Pecah Rekor, Reksa Dana Saham Juga Naik Paling Kencang Lho

investasiku.co.id - Produk investasi reksa dana (cek reksa dana online), terutama reksa dana saham, ikut positif pada sepanjang pekan kemarin (13 Maret - 17 Maret 2017). Pada akhir pekan kemarin Indeks harga saham gabungan (IHSG) memang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Sepekan terakhir, seluruh indeks reksa dana sebenarnya memang berhasil meraih kinerja positif. Namun kinerja mingguan tertinggi ditorehkan indeks reksa dana saham yang tentu saja ditopang oleh penguatan pasar saham yang signifikan dibandingkan indeks lainnya.

Data Infovesta mencatat sepanjang pekan kemarin indeks reksa dana saham (IRDSH) menguat 2,66 persen. Jauh di atas kinerja indeks reksa dana lainnya seperti indeks reksa dana campuran (IRDCP) yang naik 1,41 persen.

Sedangkan indeks reksa dana pendapatan tetap (IRDPT) naik 0,67 persen dan indeks pasar uang (IRDPU) hanya naik 0,11 persen.

Secara year to date alias kumulatif sejak awal tahun ini sampai akhir pekan kemarin, semua indeks reksa dana juga positif. IRDPT masih tertinggi dengan kenaikan sebesar 2,86 persen diikuti IRDCP sebesar 2,51 persen, dan IRDSH sebesar 1,72 persen. Sedangkan IRDPU tumbuh 1,07 persen.


Mayoritas kinerja produk reksa dana secara rata-rata sebenarnya masih di bawah performa indeks acuannya. Di instrument saham, misalnya. Secara year to date, IHSG sebagai indeks acuan berhasil tumbuh 4,60 persen sedangkan IRDSH hanya naik 1,72 persen pada periode yang sama.

Dari 231 produk reksa dana saham yang dirilis sejak akhir tahun lalu, Infovesta mencatat hanya 45 produk yang berhasil mencetak kinerja di atas IHSG.

Begitu juga produk IRDCP yang naik 2,51 persen itu. Masih di bawah indeks acuannya sebesar 3,71 persen. Indeks acuannya itu menghitung bobot 50 persen IHSG dan 50 persen Indeks Government Bond Index (IGBI).

Saham Positif

Sepanjang pekan kemarin, pasar saham Indonesia mencetak rekor. Terjadi di IHSG yang ditutup naik 22,191 poin (0,402 persen) ke level 5.540,432 pada akhir pekan kemarin (17/03) dan nilai kapitalisasi pasar saham ditutup sebesar Rp 6.019 triliun.

Baca: Mengenal Market Cap dan IHSG di Pasar Saham

Kedua indikator di pasar saham Indonesia itu merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, menyebut positifnya pasar saham dan pasar modal secara umum menjadi indikator positifnya perekonomian. ”Perlu diingat bahwa pasar modal selalu naik mendahului naiknya perekonomian dan begitu juga sebaliknya,” kata dia.

Sepanjang pekan kemarin IHSG tumbuh 2,78 persen dan nilai kapitalisasi pasar saham alias market cap tumbuh 2,82 persen dibandingkan Rp 5.853,89 triliun pada pekan sebelumnya.



Rata-rata nilai transaksi saham harian mengalami peningkatan signifikan 46,48 persen menjadi Rp 9,17 triliun dari Rp 6,26 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi harian juga meningkat 27,62 persen menjadi 14,46 miliar unit saham dari 11,33 miliar unit saham pada akhir pekan sebelumnya, dan rata-rata frekuensi transaksi harian naik 4,79 persen menjadi 329,29 ribu kali transaksi dari 314,23 ribu kali transaksi.

Capital outflow juga terjadi di pasar saham. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 5,42 triliun pada sepanjang pekan kemarin sehingga pada tahun ini investor asing masih mencatatkan beli bersih Rp 4,28 triliun.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved