www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Hore! Pilihan Investasi di Saham dan Surat Utang Terus Bertambah

9-Jun-2017 13:57:49 WIB | Online | Share
Hore! Pilihan Investasi di Saham dan Surat Utang Terus Bertambah

Investasiku.co.id – Pilihan untuk berinvestasi di pasar saham berpotensi bertambah signifikan tahun ini. Penerbitan surat utang perusahaan (obligasi korporasi) juga kian semarak. Pertanda semakin positifnya berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Sepanjang pekan kemarin (29 Mei – 2 Juni) misalnya, terdapat tiga pencatatan obligasi dan 1 pencatatan sukuk korporasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Surat utang korporasi pertama adalah Obligasi Indofood Sukses Makmur VIII Tahun 2017 dengan Tingkat Bunga Tetap yang diterbitkan oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Nilai nominal penerbitan emisi itu sebesar Rp 2 triliun.

Disusul kemudian surat utang korporasi diberi nama Obligasi I Oto Multiartha Tahun 2017 yang diterbitkan oleh PT Oto Multiartha dengan nilai nominal Rp1 triliun. Surat utang korporasi ketiga yang dicatatkan pada pekan sama adalah Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 oleh PT Indosat Tbk (ISAT) dengan nilai nominal Rp2,7 triliun.

Bersamaan dengan itu, Indosat juga mencatatkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 dengan nilai nominal Rp 300 miliar.

Dengan pencatatan tersebut maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2017 atau secara year to date sejak Januari sampai 2 Juni 2017 adalah sebanyak 25 Emisi dari 23 emiten senilai total Rp 42,17 triliun.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI (outstanding) berjumlah 325 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 329,89 triliun dan USD 67,5 juta. Seluruhnya diterbitkan oleh sebanyak total 109 emiten.

Sedangkan, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 95 seri dengan nilai nominal Rp 1.931,53 triliun dan USD 200 juta dan 8 emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp 3,55 triliun.

Tidak kalah dari surat utang, penerbitan saham baru juga mulai ramai sampai dengan pertengahan tahun ini. Terutama dari aksi Initial Public Offering (IPO) alias penawaran saham secara perdana oleh para emiten pendatang baru.

Tadi pagi (09/06) contohnya, BEI secara resmi mencatatkan secara perdana saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE). Saham emiten pendatang baru baru ke 10 di tahun ini atau menjadi saham tercatat ke 545 secara total yang ada di papan bursa.

Baca : Seperti Ini Perbedaan Papan Utama dengan Papan Pengembangan Saham

FIRE adalah perusahaan batubara di Kalimantan Timur dengan total aset sekitar Rp 400 miliar. Saat ini total kapasitas produksi mencapai 3 juta ton per tahun dan produksi batubara sebesar 400.000 ton per tahun.

Sebelumnya, pada Kamis (08/06), BEI resmi mencatatkan secara perdana saham PT First Indo American Leasing Tbk (FINN) sebagai emiten baru ke 9 pada tahun ini.

Semarak penerbitan emisi baru di pasar modal mulai terasa belakangan ini. ”Pipeline IPO (Initial Public Offering) bertambah satu per satu. Di pipe line ada 25, dikurangi 9 (sudah listing) jadi masih ada 16 lagi,” ucap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, di gedung BEI (08/06).

Sebanyak 22 sampai 23 IPO emiten baru di antaranya diproyeksi listing pada semester pertama tahun ini. Samsul meyakini aksi IPO tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan 2016. ”Tahun lalu kan hanya sekitar 15 sampai 16 emiten (pendatang baru) saja,” kata dia.

Samsul memerkirakan, minat IPO emiten pada semester kedua bisa lebih baik lagi. Dia mendapat banyak pernyataan minat dari calon emiten dan sebagian bahkan sudah memasukkan dokumennya. Biasanya mereka akan menggelar mini expose di hadapan bursa sebagai langkah awal jelang IPO.

Lalu bagaimana dengan IPO BUMN atau anak usahanya? ”Ada yang bagus juga. Nanti lah kalau sudah masukin dokumen,” kata Samsul.

Baca : Mulai Juni Pilihan Saham Syariah Makin Melimpah

Yuk Investasi

Dari indikator-indikator yang ada, sekarang momen positif untuk memulai investasi. Mau ke pasar saham secara langsung, mau ke pasar surat utang secara langsung, atau melalui produk reksa dana.

Caranya sudah semakin mudah dan cepat kok. Ada reksa dana online juga. Petugas di perusahaan Manajer Investasi juga sudah pasti siap melayani. Membantu memudahkan kita untuk memulai atau bahkan melanjutkan investasi yang sudah dirintis.

Baca Lagi : Era Digital Masuk Pasar Modal Lebih Mudah Murah dan Cepat

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved