www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Gaji UMR pun Bisa Investasi di Pasar Modal

21-Sep-2017 11:37:42 WIB | Online | Share
Gaji UMR pun Bisa Investasi di Pasar Modal

Investasiku.co.id – Merasa gaji pas-pasan tapi berniat untuk memulai investasi? Kenapa nggak! Justru, investasi terbaik adalah dimulai dari nilai kecil , dilakukan secara konsisten, dan terus meningkat.

Tidak peduli apapun profesinya, baru kerja atau cukup pengalaman, sudah menikah apa masih lajang, selama punya niat investasi, pasti bisa terlaksana. Yang terpenting tetapkan dulu tujuan dan target dari investasi itu.

Baca Juga : Pasar Modal Harapan Kemakmuran Masyarakat

Prinsipnya, investasi terbaik adalah jangka panjang. Dalam rangka memersiapkan dana saat usia pensiun, dalam rangka menyiapkan biaya pendidikan anak, atau tujuan lainnya. Investasi memang penting sebab hari esok semakin sulit diprediksi.

Investasi secara jangka panjang supaya hasil yang diraih bisa lebih optimal. Lagipula nggak perlu dipusingkan dengan fluktuasi pasar yang bisa memengaruhi naik turunnya portofolio kita dalam jangka pendek.

Reksa Dana Mikro

Sudah tahu bahwa investasi di reksa dana bisa dimulai dengan hanya Rp 100 ribu? Itu bagian dari program reksa dana mikro yang diluncurkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2014.

Nah, berapa gaji bulananmu sekarang? Bisa dibilang pas-pasan? Tapi disebut pas-pasan itu kan tidak berlaku sama ya. Bisa jadi gaji Rp 15 juta per bulan pun tetap terasa pas-pasan karena kebutuhan hidup dan rumah tangga bulanan yang tinggi.

Oke lah, sebut saja gaji bulanan tidak jauh dari Upah Minimum Regional (UMR). Coba ingat-ingat lagi, berapa rata-rata sisa uang yang ada sampai akhir bulan sampai kemudian dapat uang gajian lagi?

Rp 100 ribu? Atau hanya Rp 50 ribu yang tersisa? Sejauh ada sisa, sebenarnya itu peluang besar untuk memulai investasi. Katakan lah tunggu dua bulan terkumpul uang berapa, hasilnya bisa untuk membeli produk reksa dana.

Bulanannya juga begitu. Kalau tidak bisa rutin menyisihkan Rp 100 ribu per bulan, ditarget Rp 100 ribu per dua bulan untuk tambah investasi di reksa dana itu juga sudah cukup bagus. Asal konsisten saja.

Toh kita juga mampu beli pulsa untuk paket data ponsel pintar (smartphone) yang rata-rata bisa sampai hampir Rp 100 ribu per bulan kan? Bahkan bisa lebih. Oh iya, smartphone itu juga bisa dimanfaatkan untuk akses reksa dana online.

Lagipula tidak ada ruginya untuk memulai investasi. Hitung-hitung mulai belajar mendisiplinkan diri juga dan memacu untuk belajar lebih banyak tentang ragam produk investasi terutama di pasar modal.

Kalau memang uang yang sudah diinvestasikan di reksa dana itu tiba-tiba dibutuhkan untuk hal lain, bisa kita tarik kok uangnya kapan saja.

Tapi akan lebih bijak memang jika keputusan memulai investasi itu saat kita sudah mampu menyisihkan dana cadangan bulanan. Untuk keperluan darurat fungsinya. Ketika hal itu sudah bisa dilakukan maka saat itu secara rill tidak ada hambatan lagi untuk konsisten berinvestasi.

Emas dan Deposito

Sebagian besar masyarakat Indonesia tentu lebih familiar ketika mendengar investasi emas dan deposito jika dibandingkan reksa dana.

Investasi emas oke juga walaupun keuntungannya sekadar menjaga supaya nilai harta yang kita miliki tidak tergerus inflasi. Tapi berapa uang yang kita punya untuk bisa beli emas? Mau rutin menambah berapa banyak dan setiap berapa bulan?

Satu hal yang pasti investasi emas butuh modal cukup besar jika dibandingkan reksa dana mikro seperti di atas. Gambaran umumnya bisa dicek berapa harga emas saat ini.

Bagaimana dengan deposito? Investasi di produk perbankan itu juga baik. Tapi ada batasan nilai dan aturan tenggat waktu yang perlu dipatuhi. Kalau tidak, kena penalti. Lagipula kita tidak bisa cairkan kapan saja dana investasi yang kita miliki di deposito itu.

Satu lagi adalah produk Tabungan Berjangka. Tidak jauh berbeda dengan deposito sebenarnya. Sama-sama ada batas waktu yang disepakati dalam tabungan ini misalnya 2 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun.

Silakan pertimbangkan beragam produk investasi yang ada disesuaikan situasi, kemampuan finansial, dan tentu saja tujuan investasi itu sendiri. Jangan berkecil hati, gaji UMR pun bisa segera memulai investasi.

Foto: Youtube

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved