www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Di Mana Kah Saham Disimpan?

31-Jan-2017 14:07:58 WIB | Online | Share
Di Mana Kah Saham Disimpan?

investasiku.co.id - Pembelian aset investasi terutama saham pasti disertai bukti transaksi dan bukti kepemilikan yang sah.

Tapi, investor tidak akan terima sahamnya untuk kemudian disimpan sendiri. Nah pertanyaannya, di mana saham-saham itu disimpan?

Alkisah, jelang akhir dekade 1990-an, pasar modal Indonesia mulai mewacanakan transisi dari saham fisik (script) menjadi non fisik (scripless).

Semakin hari semakin tegas dan mantap bahwa pergeseran seiring kemajuan teknologi dan dalam rangka memudahkan transaksi itu harus segera dilakukan.

Dulu, saat masih script, investor bisa memegang bahkan menyimpan sendiri bukti kepemilikan sahamnya. Bentuknya tidak jauh seperti sertifikat



Rata-rata saham yang dimiliki investor saat itu dititipkan ke perusahaan sekuritas (broker) tempatnya menjadi nasabah.

Seiring kian dekatnya pemberlakuan penuh saham scripless, investor dan broker mulai berbondong-bondong membawa bukti kepemilikan saham script-nya agar dikonversi menjadi scripless.

”Ada orang bawa-bawa koper, satu orang sampai dua koper isinya saham semua. Dibawa ke KSEI supaya dicatatkan,” kisah Marco, investor saham senior kepada investasiku.co.id.

Ya, seperti Marco ucapkan, saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini memang dititipkan di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Lembaga KSEI yang efektif beroperasi sejak 1998 itu sesuai fungsinya memang memberikan layanan jasa penyimpanan dan penyelesaian transaksi Efek.

Meliputi: penyimpanan Efek dalam bentuk elektronik, penyelesaian transaksi Efek, administrasi Rekening Efek, distribusi hasil Corporate Action, dan jasa-jasa terkait lainnya.

Baca juga: Mengenal SRO di Pasar Modal

Mayoritas pekerjaan KSEI dioperasikan melalui sistem penyimpanan dan penyelesaian transaksi Efek secara pemindahbukuan disebut The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST).

Sebuah platform elektronik terpadu yang mendukung penyelesaian transaksi Efek secara pemindahbukuan di pasar modal Indonesia.

Sejak Juni 2002, KSEI menuntaskan program konversi seluruh saham yang tercatat di BEI dari warkat menjadi scripless.

Sejak saat itu lah sistem perdagangan saham disebut tanpa warkat atau non warkat.

Potongan data perjalanan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) ini bisa bantu menggambarkan:

Tak ada gading yang tak retak, setiap gebrakan sebaik apapun memang ada saja kekurangan atau dampak lainnya di kemudian hari.

Salah satunya, saham hilang. Saham tak bertuan. Apapun istilahnya. Baca di artikel selanjutnya.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved