www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Dalam Negeri Positif dan Global Mulai Kondusif Tanda Investasi Kian Prospektif

10-Apr-2017 10:23:05 WIB | Online | Share
Dalam Negeri Positif dan Global Mulai Kondusif Tanda Investasi Kian Prospektif

Investasiku.co.id – Semakin banyak data konfirmasi yang memerkuat tentang arah perbaikan ekonomi Indonesia di tahun ini. Di pasar modal, terutama terkait investasi di pasar saham, bisa terlihat dari terus terjadinya kenaikan harga.

Terjadinya kenaikan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara rata-rata pada sepanjang pekan kemarin (3 April – 7 April 2017) tercermin dari penguatan Indeks harga saham gabungan (IHSG). Pada sepanjang periode seminggu itu indeks acuan saham tersebut naik 1,53 persen.

Baca : Lari Duluan, Salah Satu Karakteristik Pasar Saham

Investor asing gencar ambil posisi dengan mencatatkan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 3,004 triliun. Sehingga secara year to date atau kumulatif sejak awal tahun ini sampai 7 April 2017 terjadi capital inflow sebesar Rp 11,350 triliun.

IHSG sendiri secara year to date sampai akhir pekan kemarin sudah menguat 6,74 persen. Termasuk di jajaran paling positif meskipun masih kalah tinggi dibandingkan bursa saham India di tempat pertama dengan kenaikan 11,64 persen, bursa saham Filipina naik 10,86 persen, bursa saham Hong Kong naik 10,30 persen, dan bursa saham Singapura naik 10,29 persen pada periode yang sama.

Nilai kapitalisasi pasar saham Indonesia juga menguat menjadi Rp 6.150,17 triliun pada akhir pekan kemarin. Bertambah Rp 94,933 triliun atau naik 1,57 persen dibandingkan Rp 6.055,23 triliun pada akhir pekan sebelumnya.

Simak juga : Mengenal Market Cap dan IHSG Sebagai Indikator Pasar Saham

Banyak disinggung tentang potensi kuat arah perbaikan ekonomi Indonesia belakangan ini. Dari pemerintah, konsensus ekonom dan analis, serta data-data penguat lainnya. Biasanya, instrument investasi seperti di pasar modal akan merespon dengan cepat informasi itu dengan kenaikan-kenaikan portofolio investasi karena ada harapan positif sehingga melaju mendahului realisasi sebenarnya.

Baca : Kata Faisal Basri Tentang Situasi Positif Untuk Investasi

Akhir pekan kemarin, giliran Bank Indonesia (BI) menghembuskan sentiment positif terhadap investasi di Indonesia. Lembaga pengendali kebijakan moneter itu mengumumkan keyakinan konsumen yang mengesankan dan memberi sinyal peningkatan stabilitas ekonomi.

Dari data tersebut, konsumen Indonesia dinyatakan tetap optimistis pada Maret 2017 ditunjukkan dengan Indeks Konsumen BI yang meningkat tajam dibandingkan data Februari 2017 menjadi 121,5.

Dengan semakin membaiknya kondisi ekonomi Indonesia, sentimen terhadap investasi berisiko sekalipun dapat semakin membaik dan terbukti dengan terjadinya kenaikan IHSG.

Faktor Global

Risiko global memang masih ada. Terutama dari ketegangan tensi politik negara-negara dengan perekonomian kuat.

Salah satunya terjadi akhir pekan kemarin ketika terjadi pertemuan antara presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan pemimpin Tiongkok, Xi Jinping.

Pasar saham global sempat disebut-sebut waspada atas pertemuan tersebut. Khawatir ada hasil negatif. Sebab jauh sebelum pertemuan terjadi, Trump sering menyebut negara Tiongkok melakukan kecurangan dalam hal perdagangan dan termasuk menyiasati nilai tukarnya demi kepentingan ekonomi sendiri.

Tapi sepertinya kekhawatiran itu sirna. Hasil kunjungan presiden Tiongkok, Xi, kepada Trump yang berlangsung di Mar-a-Lago, Florida, itu justru menghasilkan suasana kondusif.

Trump berbicara secara terbuka mengenai kemajuan kerjasama AS dan Tiongkok dalam pertemuan inti dengan Xi. Dilakukan pembahasan bagaimana agar perdagangan kedua negara tidak mengalami defisit.

Memang, pembahasan mengenai kekhawatiran AS terhadap praktek perdagangan Tiongkok juga dilakukan. Xi dilaporkan menyetujui rencana melakukan pembicaraan perdagangan lebih lanjut yang bertujuan meningkatkan ekspor negara yang kini dipimpin Trump itu dalam waktu 100 hari. Termasuk juga rencana mengurangi surplus perdagangan Cina dengan AS.

Baik Trump maupun Xi juga sepakat untuk memerkuat kerjasama dalam sejumlah bidang lainnya. Kedua pemimpin diyakini berupaya untuk menghindari berbagai perbedaan pendapat dan menemukan landasan bersama untuk peningkatan kerjasama.

”Kami telah membuat kemajuan luar biasa dalam hubungan AS dan China. Tentu kami akan terus membuat kemajuan tambahan,” ujar Trump usai pertemuan pada Jumat (7/4) malam, dikutip dari Republika.

Bahkan dia sebut-sebut akan menghasilkan sesuatu yang sangat baik bagi dunia. ”Saya yakini banyak masalah yang berpotensi buruk dapat diselesaikan sebagai respons positif dari pertemuan ini,” ujar presiden berlatar belakang pengusaha itu.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved