www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Cermati Cara Pilih Saham Untuk Ditabung Secara Jangka Panjang

6-Feb-2017 13:41:16 WIB | Online | Share
Cermati Cara Pilih Saham Untuk Ditabung Secara Jangka Panjang

Investasiku.co.id - Sebanyak 539 saham perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai awal 2017 ini. Jika niat menabung saham dari sekarang, cukup pusing kan memilihnya?

Dari total saham listed di pasar saham Indonesia itu, banyak yang layak disimpan, banyak yang perlu dicermati lagi, ada juga yang perlu dihindari.

Ketika kita menabung saham dalam bentuk reksadana, misalnya, kita akan dibantu ahlinya dari perusahaan Manajer Investasi (MI).

Tapi ketika kita menabung saham secara langsung, keputusan terbesar ada pada diri sendiri. Sisanya bisa saja minta bantuan pendapat dari perusahaan sekuritas (broker).

Maka, cermat lah dalam memilah saham untuk ditabung. Salah pilih, investor sekaligus pengamat pasar modal, Ellen May, menyebut saham itu hanya akan serupa barang antik tapi susah dijual lagi.

”Ada beberapa saham yang justru terus turun dan menjadi “koleksi” sepanjang masa karena harganya tidak naik-naik. Jadi seperti koleksi barang antik. Hehe …,” candanya.

Nah, begini sekilas tips yang bisa diperhatikan dalam memilih saham untuk ditabung dalam jangka panjang.

Pertama, pastikan keberlangsungan perusahaan yang sahamnya kita pilih itu memang baik. Fundamentalnya kuat. Gampangnya, produknya memang banyak digunakan masyarakat atau banyak diserap industri lain jika dia bergerak di sektor hulu.

Perusahaan apakah yang bisa seperti itu? ”Sudah pasti bukan perusahaan yang sedang bertumbuh. Mengapa? Berinvestasi atau menabung saham pada perusahaan yang sedang bertumbuh (growing) sangat lah besar risikonya. Risiko apa? Risiko collapse, risiko laba yang tidak konsisten,” ucapnya.

Pilihlah perusahaan yang sudah mapan, sudah cukup besar. Biasanya perusahaan seperti ini memang pertumbuhan labanya tidak terlalu cepat namun konsisten. ”Risiko collapse dalam jangka panjang relatif kecil,” ujarnya.

Lalu, sebaiknya juga tidak memilih perusahaan dari sektor yang harga produknya fluktuatif. Sektor komoditas, misalnya.

Sektor komoditas apa? Termasuk di dalamnya adalah agrikultur dan pertambangan.

Mengapa? sederhana saja, kata Ellen, karena harga sahamnya akan sangat terpengaruh sekali dengan harga komoditas.

Sektor komoditas juga bukan lah sektor yang kebal krisis. Sebagai contoh, sektor batubara. Ketika terjadi perlambatan perekonomian di China, maka sektor batubara sangat terpukul karena berkurangnya permintaan batubara dari negara itu.

Maka sektor komoditas ini lebih cocok dan memang lebih banyak dimanfaatkan untuk investasi jangka menengah, jangka pendek, dan bahkan sekadar trading.

Sektor yang bisa dipilih untuk menabung saham adalah sektor yang cenderung defensif seperti barang konsumsi yang cenderung kebal krisis.

Contohnya, saham PT Unilever Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Indofood CBP Tbk (ICBP). Produknya banyak dikonsumsi masyarakat dalam keseharian.

Sektor perbankan? ”Sektor perbankan, meski termasuk siklikal (ada siklusnya), bisa juga dilirik untuk menabung saham, terutama tiga saham besar perbankan BMRI, BBRI, BBCA,” tuturnya.

Apakah hal itu berarti saham-saham kecil tidak bagus ? Apakah itu berarti kita harus menghindari saham komoditas?

Jika Anda trader saham yang melakukan beli jual saham dalam jangka pendek, menurutnya, bisa memilik saham apa pun!

”Apapun? Ya, apapun selama ada fluktuasi, tidak ada batasan mengenai sektor apa dan berapa besar ukuran perusahan. Selama tren harga naik dan ada fluktuasi untuk ditradingkan,” tegasnya.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved