www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Catat, Mulai Pekan Depan Transaksi Surat Utang Sudah Online

29-Mar-2017 18:16:22 WIB | Online | Share
Catat, Mulai Pekan Depan Transaksi Surat Utang Sudah Online

investasiku.co.id - Mulai pekan depan, mekanisme jual beli produk investasi surat utang memasuki era baru. Electronic Trading Platform (ETP) akan mulai diberlakukan sehingga masa kegelapan mekanisme jual dan beli surat berharga itu segera berakhir.

Pemberlakuan ETP merupakan salah satu hasil kerja Tim Pendalaman Pasar Surat Utang (TPPSU). Mekanisme transaksi online untuk produk ini sebenarnya sudah diniatkan sejak 2006 dengan melihat Korea Selatan sebagai salah satu acuan.

Konsep ETP menurut Bank for International Settlement (BIS) adalah fasilitas untuk melakukan proses jual beli instrumen keuangan yang terotomasi dan terintegrasi mulai dari order oleh user ke sistem eksekusi order menjadi transaksi perdagangan (automated trade execution), dan diseminasi informasi pre-trade. Seperti kuotasi harga bid (permintaan beli) / offer (penawaran jual) maupun informasi post-trade yakni harga dan volume transaksi secara elektronik.

Singkatnya, mekanisme perdagangan surat utang sedang menuju seperti mekanisme perdagangan saham yang sudah lebih canggih dan transparan.

Hanya saja, untuk mencapai tahap seperti mekanisme perdagangan saham yang sudah bersifat continous auction (lelang berkelanjutan), butuh waktu cukup lama. Dalam roadmap ETP, setidaknya butuh sampai empat tahun.

Baca: Jelas Ya, Mekanisme Perdagangan Saham Itu Halal

Untuk tahap pertama yang akan dimulai pekan depan atau awal April 2017, instrumen yang akan diperdagangkan melalui ETP adalah Obligasi Negara Ritel (ORI). Anggota atau jika di pasar saham disebut perusahaan brokernya adalah bank dan perusahaan efek.

Siapa saja bank dan perusahaan efek yang menjadi anggota ETP untuk tahap pertama ini? Terdapat enam perusahaan sekuritas dan enam bank umum.

Di jajaran perusahaan sekuritas atau perusahaan efek terdiri atas PT Trimegah Sekuritas Tbk, PT BNI Sekuritas, PT Danpac Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT Sucorinvest Central Gani, dan PT Indo Premier Securities.

Di jajaran bank umum terdiri atas PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, dan Citibank.

Untuk tahap awal ini, mekanismenya masih quote-driven. Apa itu? Secara umum, penjual melakukan penawaran (offer) dengan mencatatkan harga dan jumlah surat utang yang akan dijual pada ETP. Setelah itu, semua pihak, terutama anggota ETP bisa melihat adanya penawaran tersebut.

Peminat kemudian akan melakukan negosiasi (bidding) kepada penjual. Proses selanjutnya, dilakukan konfirmasi atas negosiasi itu, dan diakhiri dengan penyelesaian transaksi. Lembaga yang memeroses penyelesaian transaksi (setelmen) adalah PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Bank Indonesia (BI).

Baca: Mengenal SRO di Pasar Modal

Tahap pertama itu akan berlangsung setidaknya sekitar 2 tahun untuk kemudian bisa ke tahap kedua. Di tahap kedua, instrumen surat utang yang diperdagangkan sudah lebih beragam dengan mekanisme quote-driven dan dan periodical auction.

Periodical auction itu transisi sebelum benar-benar menjadi continous auction seperti di pasar saham. Bedanya, periodical auction itu update harganya masih per periode. Periodenya sendiri masih dibahas oleh tim namun besar kemungkinan per 60 menit.


Nah pada tahap ketiga atau sekitar tahun keempat, mekanisme akan mulai memasuki tahap continous auction meskipun juga masih memberlakukan quote-driven dan periodical auction. Instrumennya juga lengkap yaitu surat berharga yang sudah terdapat pada tahap kedua ditambah surat berharga lainnya.

Siapa pihak penyelenggara ETP? Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain sebagai bagian dari regulator, seluruh surat berharga yang ditawarkan kepada publik saat ini dicatatkan di bursa.

Meskipun pada tahap pertama ini masih relatif belum banyak perubahan namun sudah lebih signifikan dampaknya. Kondisi saat ini perdagangan surat berharga terjadi di luar bursa alias Over The Counter (OTC).

Sifat jual beli di OTC adalah negosiasi secara tertutup antara pihak penjual dengan pembeli. Umumnya, orang yang menjual surat utang dianggap butuh uang sehingga pihak pembeli bisa memanfaatkan kondisi dengan menawar harga sesuka hatinya.

”Kondisi sekarang itu pasar surat utang seolah grup-grupan. Jadi seperti terdiri atas pulau-pulau. Kalau yang punya produk sedikit dan mau jual, sulit. Biasanya para pemain besar saja yang kebetulan ada di pulau itu. Yang lain susah akses. Sulit ketemu,” kata Kepala Unit Pengembangan Sarana Perdagangan BEI, Andi Priatna, di gedung BEI, Rabu (29/03).

Coordinator Project ETP, Wahyu Trenggono, mengatakan berlakunya ETP akan membuat pasar sekunder produk surat utang lebih transparan. ”ETP bagian dari upaya meningkatkan likuiditas pasar surat utang. Tidak semua pembeli obligasi keep (menyimpannya) sampai jatuh tempo berakhir (hold until maturity). Kadang dia perlu jual tapi sulit. Nah dengan ini maka akan mudah dan transparan,” kata dia.

Baca: Perhatian Untuk Para Pemilik Investasi Berbasis Obligasi, Inflasi Berpotensi Naik

Meningkatkan likuiditas pasar memang merupakan salah satu manfaat pemberlakuan ETP. Manfaat lainnya adalah menurunkan biaya dan risiko trading, menurunkan biaya pendanaan, dan memermudah pengawasan.

(Foto: Freepik)

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved