www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Cerita Investasiku

Cara Lo Kheng Hong Sukses Dari Bursa Saham

9-Jun-2016 15:20:14 WIB | Online | Share
Cara Lo Kheng Hong Sukses Dari Bursa Saham

Lo Kheng Hong memiliki julukan unik, Warren Buffet-nya Indonesia. Kemampuannya memilih investasi saham telah menempatkan mantan bankir ini sebagai salah satu investor ritel paling sukses di Indonesia. Seperti apa kunci suksesnya meraih gain di bursa saham?

Memulai investasi sejak tahun 1996, Kheng Hong termasuk investor saham yang tahan banting. Berbagai krisis ekonomi yang terjadi, menjadikannya lebih telah matang dalam menentukan saham pilihan.

Menurut Kheng Hong, ketika memulai investasi saham dirinya menetapkan pilihan untuk menjadi investor jangka panjang. ”Kalau trading, dapatnya receh dan bisa bikin stres. Kalau pegang saham dalam jangka panjang, dapat uangnya besar,” katanya.

Investasi jangka panjang bukannya tanpa risiko. Ketika krisis ekonomi terjadi tahun 1997 dan 2008, investasinya juga ikut tergerus. Tapi, dengan keyakinan bahwa saham pilihannya memiliki fundamental kuat, Kheng Hong tak lantas panik. Terbukti, sejumlah saham yang dibelinya berhasil rebound dan memberinya gain ribuan persen, baik dari kenaikan harga saham maupun dividen.

“Investasi di saham butuh kesabaran dan jangan sampai mengambil keputusan dengan emosi. Dengan menjadi investor jangka panjang risiko juga berkurang,” ungkapnya.

Untuk menentukan SAHAM PILIHAN Khen Hong, memiliki parameter khusus, yaitu manajemen kunci di perusahaan tersebut. Menurutnya, perusahaan dengan manajemen baik dan menjalankan tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance (GCG), akan lebih memberikan jaminan investasi.

Agar bisa mengetahui karakter manajemen, Khen Hong aktif bertanya dan mencari informasi ke berbagai sumber. Tak heran jika pria berambut putih ini terkenal paling aktif mengikuti berbagai RUPS yang digelar berbagai emiten.

“Saya cari informasi dari kompetitornya tentang manajemen perusahaan yang jadi target. Saya nggak mau membeli kucing dalam karung. Manajemen adalah kunci perusahaan itu bisa besar atau justru terpuruk,” ujar Khen Hong.

Setelah mengetahui manajemen perusahaan, parameter Khen Hong dalam memilih saham adalah sektor usaha emiten. Sebab, banyak emiten di bursa memiliki latarbelakang industri yang berbeda dengan risiko bisnis yang berlainan.

Kepada investor pemula dan calon investor saham, Khen Hong mengingatkan, untuk berinvestasi di bursa saham tidak harus menggunakan modal besar. Ia pun ketika memulai investasi saham di tahun 1989 dengan dana terbatas. Ketika mulai berinvestasi saham di 1989, Khen Hong hanya menyisihkan dari sisa uang gaji yang bisa di tabung. Kebetulan di tahun-tahun tersebut pasar modal sedang booming dan memberikan capital gain yang besar.

Meski tak mengubah prinsipnya berinvestasi jangka panjang, Khen Hong juga tetap realistis terhadap perubahan harga saham pilihannya. “Jika untungnya sudah kelewat tinggi dalam sebulan, misalnya sampai 300 persen ya pasti akan saya lepas. Tapi jika emitennya bagus sekali, akan tetap saya simpan untuk jangka panjang,” tuturnya memberi saran.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved