www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Bukan Cuma Inflasi Alasan Kenapa Kita Harus Berinvestasi

16-Feb-2017 09:36:44 WIB | Online | Share
Bukan Cuma Inflasi Alasan Kenapa Kita Harus Berinvestasi

investasiku.co.id - Banyak informasi tentang ragam pilihan investasi saat ini. Mulai dari produk pasar modal sampai produk perbankan. Namun pada saat bersamaan bisa jadi juga masih banyak pertanyaan sangat mendasar: Apa Pentingnya Kita Berinvestasi?

Sederhana tapi penting. Mengenal berbagai produk investasi memang akan terasa percuma jika kesadaran untuk berinvestasi itu sendiri belum terwujud.

Di pasar modal, misalnya, jumlah investor per akhir tahun 2016 yang tercatat memiliki Single Investor Identification (SID) baru mencapai 886.574 investor. Itu pun sudah naik 104,2 persen jika dibandingkan 434.107 investor pemilik SID pada akhir 2015.

Masih belum mencapai 1 persen pun dari total populasi masyarakat Indonesia. Padahal pasar modal merupakan gudang pilihan investasi. Banyak di antaranya sudah terbukti memberikan keuntungan signifikan.

Maka regulator terutama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) gencar melakukan kampanye pentingnya investasi.

Nah! balik lagi ke pertanyaan awal, apa pentingnya investasi? Untuk menjawabnya, perlu disadari tentang beberapa hal berikut:

Inflasi

Di mana pun di setiap Negara yang ada di dunia ini, laju inflasi merupakan sebuah keniscayaan. Tidak bisa kita hindari. Memang dalam istilah makro ekonomi, pada kurun waktu tertentu bisa saja terjadi deflasi.

Namun pada umumnya, jika ada pergerakan ekonomi, ada kenaikan daya beli masyarakat maka terjadi inflasi.

Dilihat dari definisinya, inflasi dalam ilmu ekonomi adalah proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus berkaitan dengan mekanisme pasar.

Pada praktiknya dalam kehidupan kita, mudah lah ya untuk ditemui. Kita pasti pernah merasakan, punya uang Rp 100 ribu lalu belanja kebutuhan harian sudah dapat aneka macam.

Tapi itu dulu, misalnya 10 tahun lalu. Sekarang? Bisa dapat lima item untuk produk kebutuhan harian dengan uang segitu saja sudah bagus.

Setiap tahun tingkat inflasi memang berbeda. Pada 2006 misalnya, dari data Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi tertinggi sebesar 17,92 persen pada Februari 2006. Pada setahun itu inflasi Indonesia berada di atas 10 persen.

Pada 2016, inflasi relatif rendah, ada di kisaran 4 persen. Sejalan dengan masih terjadinya perlambatan ekonomi.

Cita Cita

Setiap orang punya keinginan di masa depannya. Dengan pekerjaan dan besaran penghasilan masing-masing, rencana jangka panjang disusun. Mengandalkan uang pensiun? Dibantu dengan tabungan rutin?

Bisa saja. Tapi ingat, ada inflasi itu. Sebisa mungkin agar tabungan yang kita kumpulkan tidak kalah oleh laju inflasi. Angka inflasinya sudah bisa diketahui dan selalu diumumkan oleh pemerintah.

Nah ada kah tabungan yang bisa memberikan imbal hasil di atas angka inflasi? Kalau pun ada paling deposito. Itu pun tidak akan jauh dari angka inflasi.

Baca: Mulai Investasi Demi Kendaraan Impian Yuk

Pengendalian Diri

Disiplin berinvestasi akan membantu mendisiplinkan diri. Terutama dalam mengatur keuangan. Semakin hari, pola hidup konsumtif semakin menggoda.

Jalan-jalan ke pusat perbelanjaan, nongkrong dan makan di tempat nyaman dan bonafit, selalu update kepemilikan gadget, gonta-ganti kendaraan, dan sebagainya.

Memang, semua itu tidak ada salahnya untuk dilakukan. Tapi dengan tekad investasi demi masa depan, kita bisa membatasi diri. Tidak larut dalam pola hidup yang mungkin bisa saja menyengsarakan di masa mendatang.

Mengembangkan kekayaan (aset) sebagai jaminan masa depan

Dalam hati kita pasti menginginkan yang terbaik untuk keluarga. Menyiapkan sesuatu bahkan banyak hal untuk diwariskan. Atau sekadar menyiapkan biaya pendidikan anak yang terus mengalami kenaikan.

Tapi mengingat inflasi dan rintangan lainnya, perlu dipikirkan produk investasi apa yang bisa mendukung untuk mengembangkan aset yang kita miliki itu agar kelak semakin berkembang dan bisa mencukupi kebutuhan masa depan?

Baca: Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Informasi tentang produk investasi semakin melimpah. Tentukan saja disesuaikan tujuan kita dalam berinvestasi. Menentukan tujuan sebelum memulai investasi memang penting.

Setelah itu tinggal kita bandingkan dengan karakteristik produk dan historis keuntungan yang diberikan dari setiap produk itu. Apakah investasi saham langsung? Reksadana saham? Reksadana pendapatan tetap? Reksadana campuran? Reksadana pasar uang? Surat berharga Negara? Surat berharga korporasi? Atau Deposito?

Terpenting, pastikan produk investasi itu legal dan terdaftar. Jangan mudah tergiur keuntungan tinggi tapi ternyata investasi bodong. Bukannya happy malah rugi.

Baca: Hati Hati Ya Banyak Investasi Bodong

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved