www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Bijak Berinvestasi di Reksa Dana

9-Jun-2016 15:25:41 WIB | Online | Share
Bijak Berinvestasi di Reksa Dana

Meningkatnya biaya dan berubahnya gaya hidup telah mendorong masyarakat di Indonesia untuk berinvestasi. Perubahan tersebut juga didukung oleh semakin banyaknya produk-produk investasi yang dilegalisasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator.

Diantara beragam produk investasi, reksa dana menjadi salah satu tujuan investasi yang kini semakin menjadi tren di masyarakat. Selain memiliki risiko yang terukur, berinvestasi di reksa dana tidak membutuhkan modal besar, namun menawarkan imbal hasil investasi yang menawan.

Apa itu Reksa Dana? Produk yang juga dikenal sebagai mutual fund ini merupakan tempat untuk mengumpulkan dana-dana masyarakat/investor yang dilakukan oleh Perusahaan Pengelola Investasi yang bertindak sebagai manajer investasi. Sebagai perusahaan pengelola dana, perusahaan aset manajemen terlebih dulu harus memiliki ijin khusus dan terdaftar di OJK.

Dana investor yang terkumpul di reksa dana kemudian diinvestasikan kembali oleh manajer investasi dalam bentuk portofolio investasi yang terdiri dari berbagai instrumen keuangan seperti saham, obligasi dan pasar uang. Pilihan portofolio investasi tersebut akan menentukan jenis reksa dana yang bisa dipilih oleh investor.

Bagaimana membeli Reksa Dana? Untuk dapat berinvestasi di reksa dana, investor harus membeli unit penyertaan reksa dana atau biasa disebut Nilai Aset Bersih (NAB)[note: sepertinya unit penyertaan berbeda dengan NAB – jadi kata sambung bukan atau]. NAB ini akan berubah secara dinamis mengikuti pergerakan dari underlying produk investasinya.

Pada reksa dana yang baru diterbitkan, harga unit penyertaan di tetapkan sebesar Rp 1000. Sementara untuk memulai investasi di reksa dana, investor cukup menyiapkan dana minimal sebesar Rp 100 ribu bahkan ada beberapa manager investasi yang menetapkan dana minimal sebesar Rp50,000.

Penjualan reksa dana banyak dilakukan melalui bank dan kantor cabang dari perusahaan pengelola dana. Investor dapat membeli unit secara terprogram melalui fasilitas auto debet di bank. Kini, investor juga bisa membeli reksa dana secara online. Praktik transaksi jual beli reksa dana secara online.

Investasi itu tentang disiplin dan kontinyuitas, bukan soal berapa besar uang yang harus diinvestasikan. Dengan displin investasi, investor dapat mengelola risiko dengan lebih baik dan memperoleh imbal hasil yang optimal.

Keuntungan investor reksa dana diperoleh dari selisih perubahan harga unit penyertaan saat dibeli dan dijual kembali. Sebagai contoh, Anda membeli reksa dana X dengan NAB Rp 1500 per unit dan menjualnya kembali pada NAB Rp 1.760 per unit. Maka keuntungan Anda adalah Rp 260 per unit dikalikan jumlah unit penyertaan yang dimiliki.

Perlu dipahami pula bahwa dalam berinvestasi di reksa dana investor juga akan dikenakan beberapa biaya seperti biaya pembelian (subcription fee), biaya penjualan kembali (redemption fee) dan biaya pengelolaan (management fee). Namun, besaran biaya ini bervariasi tergantung dari jenis reksadana yang anda pilih. Selain itu, Besaran biaya ini sangat rendah dan tentunya tidak akan terlalu memperngaruhi keuntungan dari reksa dana yang anda miliki

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved