www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Begini Perbedaan Menabung dengan Investasi

25-Sep-2017 14:12:20 WIB | Online | Share
Begini Perbedaan Menabung dengan Investasi

Investasiku.co.id – Sering merasa uang tabungan di bank berkurang? Atau malah setiap bulan terus berkurang? Pasti tabungannya sedikit. Hehehe…Yuk kenali perbedaan nabung dengan investasi.

Nabung

Prinsipnya, kalau merujuk definisi, menabung adalah sebuah kegiatan memisahkan sejumlah uang untuk disimpan dan uang tersebut masih dapat digunakan sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Uang yang kita simpan di bank kan memang bisa diambil kapan saja. Bisa lewat mesin ATM, bisa juga langsung ke teller bank secara manual.

Kecuali, tabungan kita di bank disimpan dalam bentuk deposito. Kalau itu, beda lagi. Ada aturan batas waktunya dan kalau kita paksa ambil lebih cepat kena denda alias penalty.

Tabungan di bank, pada umumnya, ada biaya administrasi. Besaran biaya masing-masing bank berbeda. Tergantung jenis tabungan juga. Tapi secara umum paling rendah sekitar Rp 10 ribu per bulan dan paling tinggi Rp 15 ribu per bulan.

Tapi bank juga ngasih bunga secara bulanan dan tahunan. Kalau bulanan bunganya relatif kecil sekitar nol koma nol (0,0) sekian persen. Ada juga komponen pajak bunga yang besarannya nol koma nol sekian persen juga.

Silakan cek sendiri ya kalian nabung di mana dan berapa biaya administrasi serta bunganya. Nanti bisa dihitung nilai potongan per bulannya secara bersih jadi berapa dibandingkan jumlah tabungan yang dimiliki, impasnya pada besaran tabungan berapa, dan bisa untung pada besaran berapa.

Sejauh ini, paling hebat, nilai tabungan sekitar Rp 15 juta yang sudah bisa impas antara potongan bulanan biaya administrasi dengan bunga yang diberikan. Itu di salah satu bank milik pemerintah.

Artinya, kalau nilai tabungan kita kurang dari Rp 15 juta itu berarti masih kena potongan biaya administrasi bulanan. Tapi kalau bisa lebih dari itu maka sudah mulai menikmati keuntungan walaupun ya nggak besar.

Investasi

Kata Wikipedia, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Secara umum adalah istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan.

Negara butuh mendapatkan investasi dan melakukan investasi. Perusahaan juga sama. Untuk individu pun tidak jauh beda. Perlu melakukan investasi dengan berbagai tujuannya masing-masing di berbagai instrument atau produk yang bisa dibeli oleh individu.

Baca Lagi: Bukan cuma inflasi alasan kenapa harus investasi

Khusus untuk individu, produk investasi beragam. Dari perbankan misalnya ada deposito baik Rupiah maupun dolar terutama dolar Amerika Serikat (USD). Bisa juga emas atau properti.

Di pasar modal, produk investasi lebih beragam lagi; saham, reksa dana dengan berbagai jenisnya, surat utang Negara (SUN), obligasi korporasi, atau pasar uang.

Sama seperti di bank, di semua produk investasi pun secara umum ada pajaknya. Di pasar modal juga begitu. Tapi pajak reksa dana, misalnya, relatif kecil dan bahkan ada yang digratiskan komponennya. Lagipula biaya-biaya di pasar modal hanya dikenakan jika ada transaksi saja.

Cek ini: Tanam Duit di Reksa Dana Saham Lebih Subur Ketimbang Deposito

Di pasar modal juga bukannya tanpa risiko. Setiap instrument ada risikonya masing-masing makanya investasi lah di produk yang kita kenal dan kita tahu.

Walaupun begitu, spirit dari nabung dan investasi itu sama. Bertujuan untuk mengumpulkan aset (uang) supaya kelak lebih maksimal dan membantu mencapai tujuan.

Buktinya sekarang BEI mengeluarkan jargon baru; Yuk Nabung Saham. Menabung tapi investasi. Maklum, budaya menabung masyarakat kita jauh lebih mengakar ketimbang berinvestasi.

Padahal Indonesia butuh berubah dari saving society menjadi investment society. Sebab investasi selain menawarkan banyak hal positif juga jadi harapan sumber kemakmuran masyarakat.

Foto: groundreport

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved