www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Begini Mekanisme Penggantian Saham Hilang

3-Jul-2017 17:45:27 WIB | Online | Share
Begini Mekanisme Penggantian Saham Hilang

Investasiku.co.id – Perdagangan efek terutama saham di pasar modal memang sudah dilakukan secara non fisik. Bagi investor yang masih terkendala karena sahamnya hilang atau rusak akibat pergeseran sistem transaksi menjadi elektronik dari sebelumnya konvensional itu, jangan khawatir karena ada mekanisme untuk menggantinya.

Perubahan sistem transaksi dari konvensional secara tatap muka menjadi elektronik itu memang sudah berlangsung cukup lama. Sebelumnya sudah kita bahas dalam artikel berjudul Banyak Saham Terlantar Sejak Sistem Konvensional Ditinggalkan.

Yup! Faktanya sampai sekarang memang pasar saham masih terus menyelesaikan dan menyisir saham-saham yang masih terlantar, belum terdaftar, baik akibat hilang, rusak, maupun pemiliknya sudah tidak diketahui keberadaannya.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) contohnya. Pada 3 Juli 2017 manajemen perseroan mengumumkan untuk segera menerbitkan Sertifikat Pengganti dari Sertifikat Saham Hilang. ”Sesuai Anggaran Dasar PT Vale Indonesia Tbk pasal 7 ayat 4 tentang penerbitan pengganti surat saham hilang yang harus diumumkan di Bursa Efek sekurang-kurangnya 14 hari sebelum diterbitkan sertifikat penggantinya, bersama ini kami laporkan bahwa PT Vale Indonesia Tbk akan menerbitkan pengganti atas sertifikat-sertifikat yang telah dinyatakan hilang 6 bulan lalu,” Sekretaris Perusahaan INCO, Ratih Amri, mengumumkan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) 3 Juli 2017.

Sertifikat pengganti itu ditujukan salah seorang investornya asal Makassar. Sebelumnya sang investor melaporkan kehilangan sebanyak 100 saham perseroan. Jumlah sama juga dialami investor INCO lainnya asal Malang sehingga investor tersebut melapor ke perseroan dan memberitahukan ke Biro Administrasi Efek (BAE) dengan bukti lapor kepada polisi.

Bukti lapor kepada kepolisian memang diperlukan sebab saham merupakan bagian dari harta benda. Terlebih syarat lapor atas kehilangan itu juga merupakan syarat agar saham hilangnya bisa diproses otoritas dan digantikan dengan yang baru.

Terkait saham hilang atau rusak itu penanganannya diatur dalam Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Kep-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008. Surat saham dan surat kolektif saham yang rusak atau hilang dalam pasal 10 ayat a memperkenankan dilakukan penggantian, jika:

  1. Pihak yang mengajukan permohonan penggantian saham adalah pemilik surat saham tersebut; dan
  2. Perseroan telah menerima surat saham yang rusak.

Ayat b menyebutkan, Perseroan wajib memusnahkan surat saham yang rusak setelah memberikan penggantian surat saham.

Dalam hal surat saham hilang seperti dalam ayat c, penggantian surat saham tersebut dapat dilakukan jika:

  1. Pihak yang mengajukan permohonan penggantian saham adalah pemilik surat saham tersebut
  2. Perseroan telah mendapatkan dokumen pelaporan dari kepolisian RI atas hilangnya surat saham tersebut
  3. Pihak yang mengajukan permohonan penggantian saham memberikan jaminan yang dipandang cukup oleh direksi perseroan; dan
  4. Rencana pengeluaran pengganti surat saham yang hilang telah diumumkan di Bursa Efek di mana saham perseroan dicatatkan dalam waktu paling kurang 14 hari sebelum pengeluaran pengganti surat saham.

Baca Juga : Di Mana Saham Disimpan?

Dengan aturan tersebut sebenarnya menambah aspek keamanan berinvestasi di pasar saham. Terlebih sekarang, di era modern, transaksi dan penyimpanan saham sudah terarsip lebih baik sehingga kemungkinan terjadinya saham hilang atau saham rusak lagi menjadi sangat kecil.

Foto: daysoftheyear/onemorecupofcoffee

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved