www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Begini Keuntungan Investasi di Pasar Modal Syariah

24-Oct-2017 15:24:32 WIB | Online | Share
Begini Keuntungan Investasi di Pasar Modal Syariah

Investasiku.co.id – Apa saja sih keuntungan investasi di pasar modal syariah? Untuk mengetahuinya secara umum coba kita bagi dua jenis yaitu keuntungan kualitatif dan kuantitaif.

Kualitatif

Secara kualitatif, keuntungan investasi di pasar modal syariah mungkin bisa dibilang berkaitan dengan prinsip. Sebagian orang menyebutnya norma, tapi berkaitan dengan keyakinan dan agama.

Bagi seorang muslim, terutama, keuntungan investasi di pasar modal syariah adalah sesuai syariat sehingga:

  1. Bebas Riba; Dalam agama Islam, riba merupakan salah satu yang wajib dihindari.
  2. Lebih Pasti; Maksudnya, karena mengikuti syariat, investasi di pasar modal syariah tidak gharar. Artinya, terhindar dari ketidakpastian. Dampak selanjutnya, terasa lebih aman.
  3. Diperkuat Payung Hukum; terdiri atas antara lain 9 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait pasar modal syariah, Undang Undang Sukuk Negara (SBSN), dan Undang Undang 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Kuantitatif

Keuntungan investasi pasar modal syariah dalam angka tidak kalah dibandingkan produk konvensional.

Saham Syariah

Mengukur keuntungan saham syariah bisa dilihat dari dua indeks acuannya yaitu Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Khusus untuk ISSI sebenarnya tahun ini ulang tahun satu dasawarsa alias 10 tahun. Kali pertama diluncurkan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2007 dengan nilai indeks 100.

Kalau dihitung sejak awal kelahirannya sampai sekarang rasanya terlalu besar. Coba kita hitung sesuai data di BEI dan OJK saja yaitu mulai 2011 sampai Agustus 2017.

Pada Desember 2011 posisi ISSI ada di level 125,35 dan per 23 Oktober 2017 ada di level 184,96. Maka sepanjang hampir 6 tahun terjadi pertumbuhan sebesar 47,5 persen atau tumbuh rata-rata 8 persen per tahun.

Dari sisi kapitalisasi pasar saham (market cap), pertumbuhan yang terjadi justru lebih signifikan. Pada 2011 market cap ISSI sebesar Rp1.968,091 triliun sedangkan per akhir Agustus 2017 sudah menjadi Rp3.506,953 triliun. Terjadi kenaikan sebesar 78,19 persen.

Sampai 23 Oktober 2017 ISSI dihuni sebanyak 347 saham dari total 563 saham di BEI dan masuk dalam perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Baca Lagi: Mengenal Market Cap dan IHSG Sebagai Indikator Pasar Saham

Sementara JII dihuni oleh 30 saham sampai 23 Oktober 2017. Ada di level 731,85 pada tanggal itu atau meningkat 36,2 persen dibandingkan Desember 2011.

Dari sisi market cap, sejak akhir 2011 sampai Agustus 2017 tercatat kenaikan sebesar 56,9 persen. Dari Rp1.414,983 triliun menjadi Rp2.220,824 triliun.

Reksa Dana Syariah

Salah satu cara melihat pertumbuhan produk reksa dana adalah dengan menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB). Secara umum ukuran (size) reksa dana syariah memang masih kecil bandingkan reksa dana konvensional.

Meski begitu, terjadi pertumbuhan signifikan. Pada 2010, misalnya, NAB reksa dana syariah baru sebesar Rp5,225 triliun atau setara 3,51 persen dari total industri reksa dana. Per Agustus 2017, NAB reksa dana syariah sudah menjadi Rp20,625 triliun atau setara 5,07 persen dari total industri reksa dana di Indonesia.

Maka dalam kurun waktu hampir 7 tahun NAB reksa dana syariah mencatat kenaikan sebesar 294,6 persen.

Dari sisi kinerja lainnya juga tidak kalah positif. Contohnya Begini

Secara spesifik soal reksa dana syariah sudah dibahas pada artikel sebelumnya.

Baca Lagi: Pertumbuhan Reksa Dana Syariah jadi Pertimbangan Memilih Investasi Berkah

Sukuk

Investasi Surat Berharga Negara Syariah (SBNS) atau biasa disebut sukuk bisa secara langsung atau melalui reksa dana. Khusus untuk investor individu alias investor ritel, investasi sukuk disiapkan pemerintah dalam bentuk Sukuk Ritel (Sukri) dan Sukuk Tabungan.

Baca Ini: Pilih Sukri atau Sukuk Tabungan

Secara rata-rata, keuntungan investasi Sukuk atau Sukri lebih tinggi dibandingkan bunga deposito di bank. Bahkan misalnya saat bank menawarkan bunga deposito sampai 10 persen saja di era bunga tinggi, keuntungan Sukuk atau Sukri bisa sampai 12 persen per tahun.

Kira-kira seperti itu keuntungan mencari berkah dan rezeki dari investasi di pasar modal syariah. Jangan asal syariah ya, pastikan investasi di lembaga yang resmi dan mempunyai izin dari OJK. Jangan sampai hanya karena label syariah kena jerat investasi bodong.

Foto: safe-profit/LinkedIn

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved