www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Begini Aturan Baru Pengelolaan Portofolio Nasabah Secara Individual

29-Jul-2017 17:33:33 WIB | Online | Share
Begini Aturan Baru Pengelolaan Portofolio Nasabah Secara Individual

Investasiku.co.id – Pengelolaan Portofolio Nasabah Secara Individual. Layanan produk investasi jenis apa lagi kah ini? Siapa saja nasabahnya? Berapa nilai investasinya? Yuk kita bahas mumpung regulasinya belum lama ini diterbitkan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) nomor 21/POJK.04/2017 tentang Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek untuk Kepentingan Nasabah Secara Individual yang diundangkan pada 22 Juni 2017. Supaya lebih singkat, selanjutnya disebut Pengelolaan Portofolio Nasabah Secara Individual (PPNSI).

Pada peraturan itu dijelaskan bahwa PPNSI merupakan jasa pengelolaan yang dilakukan oleh Manajer Investasi (MI) kepada satu nasabah yang didasarkan atas kontrak perjanjian pengelolaan dana yang dibuat antara MI, Nasabah, dan Bank Kustodian.

OJK meyakini pengelolaan portofolio nasabah secara individual itu telah berkembang dan memberikan kontribusi cukup besar di sektor pasar modal, khususnya di bidang pengelolaan investasi.

Baca Ini : Reksa Dana Target Waktu, Paling Fleksibel Tapi Dibatasi Usia Tertentu

Tadinya, sarana dan pedoman investasi sejenis PPNSI sebenarnya sudah ada yaitu dalam peraturan nomor V.G.6 lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) nomor Kep-112/BL/2010 tentang Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek untuk Kepentingan Nasabah Secara Individual. Tapi aturan dari lembaga yang kini sudah membaur menjadi OJK itu dirasa sudah tidak relevan dengan kebutuhan pasar.

Maka dalam pertimbangannya, OJK pada peraturan terbaru ini menyebutkan bahwa pasar modal terus berkembang dan dalam rangka terus meningkatkan pasar modal Indonesia. Selain itu, regulator juga meyakini cukup besarnya potensi investor yang hendak menginvestasikan dananya melalui layanan PPNSI.

Lalu, siapa saja kah investor individual dimaksud dalam produk ini? Pada POJK 21/2017 disebutkan bahwa pihak nasabah adalah orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang terorganisasi.

Disebut individual karena nilai dana kelolaan dan/atau efek pada pengelolaan portofolio nasabah secara individual untuk setiap nasabah dilarang dimiliki dan/atau diperjanjikan untuk dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak.

Efek apa saja yang diperbolehkan menjadi sasaran investasi PPNSI? Efek diperbolehkan adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.

Baca Juga : Produk ini Mengubah Aset Beku Menjadi Likuid

Pada intinya PPNSI dapat diinvestasikan berupa efek yang diterbitkan di dalam negeri, instrument pasar uang, instrument keuangan lain yang memeroleh penetapan dari OJK sebagai efek, dan efek yang diterbitkan di luar negeri.

Khusus efek yang diterbitkan di luar negeri, diperbolehkan sepanjang efek tersebut telah memeroleh pernyataan efektif, izin, persetujuan, pendaftaran, atau pernyataan legalitas dari regulator asing di mana efek tersebut diterbutkan. Efek itu juga harus diperdagangkan di bursa efek luar negeri yang informasinya dapat diakses melalui media massa, baik cetak maupun elektronik.

Jika PPNSI disepakati untuk berinvestasi pada efek di luar negeri, MI selaku pihak pengelola dapat mendelegasikan wewenang pengelolaan portofolio efek nasabahnya kepada MI asing berdasarkan perjanjian pendelegasian.

Selain dari sisi produk, POJK juga mengatur batasan jumlah dana kelolaan untuk PPNSI. Paling sedikit Rp 5.000.000.000 (lima miliar Rupiah). Atau bisa juga yang setara dengan itu dalam mata uang asing dihitung menggunakan kurs tengah Bank Indonesia (BI).

Nilai itu merupakan batas minimal setoran awal. Pada praktik pengelolaannya, tentu saja diharapkan bertambah meskipun MI dilarang menjanjikan target kenaikan tertentu saat perjanjian awal dan bisa saja berkurang karena penurunan nilai efek. Dalam hal terjadi penurunan nilai, tidak ada kewajiban top up atau tambah dana agar memenuhi batas minimal Rp 5 miliar itu.

Bagaimana? Tertarik?

Foto: Trimegah Sekuritas

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved