www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Apa Bedanya RDN dengan SID?

29-Sep-2017 19:29:11 WIB | Online | Share
Apa Bedanya RDN dengan SID?

Investasiku.co.id – Rekening Dana Nasabah (RDN) dan Single Investor Identification (SID) otomatis akan dimiliki ketika menjadi investor saham dan investor di pasar modal pada umumnya. Apa fungsinya? Apa bedanya dengan rekening bank?

Penanganan RDN dan SID pada prinsipnya ada di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai salah satu Self Regulatory Organization (SRO) di pasar modal Indonesia. KSEI didirikan sebagai Lembaga Penitipan dan Penyelesaian Transaksi.

Lengkapnya Baca : Mengenal SRO di Pasar Modal

RDN dan SID proses momen pembuatannya hampir sama. Supaya mulai ada gambaran, cek diagram di bawah ini:

RDN

Pada Peraturan KSEI Nomor I-D Tentang Rekening Dana definisinya adalah rekening dana atas nama Nasabah yang dibuka oleh Perantara Pedagang Efek atau pihak lain sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang mengadministrasikan rekening Efek Nasabah berdasarkan kuasa dari Nasabah pada bank yang telah melakukan perjanjian kerjasama dengan KSEI untuk melaksanakan administrasi RDN.

Singkatnya, RDN itu rekening untuk penyelesaian transaksi di pasar modal. Partisipan yang merupakan Perantara Pedagang Efek wajib mengadministrasikan dana milik Nasabah, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Partisipan yang merupakan Perantara Pedagang Efek, wajib menyimpan dana milik Nasabah untuk kepentingan Transaksi Efek Nasabah dalam RDN sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Penyetoran dana Nasabah untuk keperluan Transaksi Efek, dan pemberian hak-hak Nasabah dalam bentuk dana yang diperoleh antara lain dari Transaksi Efek dan/atau Corporate Action, wajib dilaksanakan oleh Partisipan yang merupakan Perantara Pedagang Efek melalui RDN, kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

RDN mirip rekening bank. Sama-sama dikelola oleh bank juga pada proses penyelesaian transaksinya. Bedanya, RDN tidak ada buku rekening atau kartu ATM seperti rekening bank.

RDN sebenarnya turunan dari sub rekening efek yang diberlakukan untuk meningkatkan jaminan keamanan bagi investor.

Sudah ada 13 bank administrator RDN yang bekerjasama dengan KSEI sejauh ini.

SID

Nomor Tunggal Identitas Pemodal alias SID adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan KSEI yang digunakan Nasabah, Pemodal, dan/atau Pihak lain berdasarkan peraturan yang berlaku untuk melakukan kegiatan terkait Transaksi Efek dan/atau menggunakan layanan jasa lainnya baik yang disediakan oleh KSEI maupun oleh pihak lain berdasarkan persetujuan KSEI atau peraturan yang berlaku.

KSEI dapat menolak permohonan Pemohon atas pembuatan SID apabila terdapat ketidaksesuaian data dan informasi atau dokumen antara yang disampaikan Pemohon dengan data yang dimiliki oleh KSEI atau data pihak ketiga yang merupakan sumber acuan data berdasarkan persetujuan KSEI.

Pada tahun 2009, KSEI untuk kali pertama menerapkan SID bagi investor di Pasar Modal Indonesia. Kepemilikan SID diwajibkan bagi investor di Bursa sejak 2012, serta investor pemilik Reksa Dana sejak Agustus 2016.


Perluasan fungsi SID di Pasar Modal Indonesia kembali terealisasi pada Oktober 2016, melalui kerjasama KSEI dan Bank Indonesia (BI) untuk penerapan nomor SID bagi investor pemilik Surat Berharga yang diterbitkan oleh BI.

Dengan semakin terkonsolidasinya database investor pasar modal di KSEI, gambaran investor dari segi demografis seperti usia, gender, pekerjaan, serta domisili sebaran investor secara nasional menjadi lebih jelas.

Berkat SID juga maka diketahui secara pasti dan rinci jumlah investor di pasar modal Indonesia.

Baca Lagi : 40 Tahun Sejuta Investor

”Data tersebut sangat bermanfaat untuk mengetahui potensi investor serta pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Misalnya bila kita melihat data per 7 November 2016, investor di Pasar Modal Indonesia masih didominasi oleh pria, berusia 41 - 50 tahun, berprofesi sebagai karyawan swasta dan berdomisili di wilayah DKI Jakarta, dan berbagai data lainnya. Dengan mengetahui profil yang ada maka akan memudahkan pelaku pasar dalam menyiapkan strategi pengembangan yang tepat,” ucap Direktur Utama Friderica Widyasari Dewi.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved