www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Antara Dividen dan Keuntungan Kenaikan Harga Saham

1-Jan-2017 20:51:49 WIB | Online | Share
Antara Dividen dan Keuntungan Kenaikan Harga Saham

investasiku.co.id - Setelah kita mengenal dividen dalam berinvestasi saham, langkah selanjutnya adalah berhitung. Membandingkan keuntungan yang kita dapatkan jika menerima dividen dengan keuntungan jika kita menjual saham yang kita miliki jelang pembagian dividen.

Sebelumnya kita sudah memelajari berbagai istilah dalam dividen itu. Terutama berpatokan pada momentum yang terdapat dalam istilah Cum -date dan Ex-date.

Nah begitu kita mendapatkan berita atau informasi bahwa hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) emiten PT Jelantik, misalnya, dan sahamnya sudah kita miliki itu akan membagikan dividen, tentu saja itu kabar baik.

Siap-siap dapat dividen. Tapi sebelum jatuh tanggal ditetapkan sebagai Cum-date, artinya masih ada peluang bagi investor lain untuk memiliki saham itu karena masih ada peluang untuk mendapatkan dividen. Maka terjadi kecenderungan harga sahamnya naik.

Bagi investor pemilik saham PT Jelantik sebaiknya mulai berhitung. Hitung berapa banyak saham dimiliki, berapa nilai dividen, dan berapa harga saham terbaru dibandingkan dengan ketika membeli.

Katakan lah, PT Jelantik akan membagikan dividen Rp 50 per saham. Harga saham saat ini Rp 350.

Jumlah saham dimiliki adalah sebanyak dua lot yang berarti 200 saham. Sebelumnya, kita beli saham PT Jelantik saat masih di harga Rp 250.

Mari berhitung:

Jika mengharapkan dividen, maka dari dua lot saham PT Jelantik yang kita miliki akan diterima sebesar Rp 50 dikali 200 yaitu sebesar Rp 10.000

Sebaliknya, berapa jika kita jual saja saham itu sebelum jatuh tanggal Cum-date di harga Rp 350 atau sesuai harga pasar saat ini? Jual pada harga Rp 350 dibandingkan Rp 250 saat dulu membeli ternyata ada selisih Rp 100. Tinggal dikali jumlah saham yaitu sebanyak 200 saham sehingga total sebesar Rp 20.000.

Wah ternyata kali dua alias 100 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan menerima dividen. Pilih mana? Jual saja kan? Kecuali jika kita memang benar-benar ingin memegang sahamnya itu secara jangka panjang.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved