www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Aman, Aset di Pasar Modal Dilindungi Lembaga Pelindung Khusus

29-Jan-2017 20:27:32 WIB | Online | Share
Aman, Aset di Pasar Modal Dilindungi Lembaga Pelindung Khusus

Investasiku.co.id - Sama seperti di bank yang punya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), investasi di pasar modal asetnya dilindungi satu lembaga khusus. Namanya PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI) atau Securities Investor Protection Fund (SIPF).

Badan hukum yang merupakan bagian dari lembaga penunjang di pasar modal itu berdiri sejak 7 Desember 2012.

Strukturnya dijelaskan pada grafik di bawah ini:

Apa landasan Indonesia SIPF ini perlu ada? Data dan fakta dari si om di bawah ini yang akan menjelaskan:


Mulai akhir 2016, Batasan paling tinggi dalam rangka pembayaran ganti rugi kepada pemodal dengan menggunakan Dana Perlindungan Pemodal (DPP) adalah Rp 100 juta (per pemodal atau investor) dan Rp 50 miliar per kustodian.

Sebelumnya, batasan maksimal klaim per investor terbilang kecil yaitu Rp 25 juta per permodal dan Rp 50 miliar per kustodian.

Uang yang digunakan dalam rangka perlindungan investor dan bank kustodian itu disebut DPP. Teorinya, DPP merupakan bentuk perlindungan kepada pemodal terhadap risiko kehilangan aset pemodal.

DPP diperlukan oleh pemodal agar pemodal tidak harus menanggung sendiri atas risiko kehilangan aset yang terjadi bukan karena kesalahannya pemodal.

Aset apa saja yang dilindungi? Semua aset. Saham, surat utang negara (SUN), surat utang perusahaan (obligasi korporasi), dalam bentuk reksa dana. Semua produk pasar modal yang dititipkan pada anggota DPP.

Siapa saja anggota DPP itu? Per akhir 2016, anggota DPP terdiri atas 109 perusahaan perantara pedagang efek (sekuritas) dan 19 bank kustodian.

Sampai akhir 2016, jumlah dana dihimpun sebagai DPP secara total mencapai Rp 120,5 miliar atau naik sekitar 22 persen dibandingkan 2015.

DPP terkumpul awalnya dari iuran semua anggota. Misalnya, perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB) yang dikenakan iuran anggota sebesar Rp 100 juta dan iuran tahunan sebesar 0,001 persen dari aset masing-masing. Bank kustodian iuran tahunannya bisa jadi lebih kecil dari 0,001 persen atas asetnya masing-masing.

Berapa besar aset yang dilindungi oleh Indonesia SIPF? Per akhir tahun lalu, total nilai aset investor di pasar modal yang dilindungi mencapai Rp 3.558,57 triliun, naik sekitar 20 persen dibandingkan pada akhir 2015.

Besaran nilai aset yang dilindungi itu akan naik turun tergantung indeks indikator efeknya seperti Indeks harga saham gabungan (IHSG), indeks surat utang yang ada di Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), jumlah efek baru diterbitkan, dan lain sejenisnya.

Kesannya, tidak imbang ya antara nilai aset yang dilindungi sejumlah tiga ribuan triliun rupiah itu dengan total DPP sebagai modal pelindungnya.

Tapi tenang saja, kasus tertentu yang mengakibatkan hilangnya aset investor itu jarang terjadi kok. Sekalipun terjadi belum tentu nilainya besar. Sistem di pasar modal sudah berjalan dengan mekanisme yang baik dan penuh pengawasan.

baca juga: Mengenal SRO di Pasar Modal

Pemodal yang asetnya mendapat perlindungan DPP adalah Pemodal yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Menitipkan asetnya dan memiliki rekening efek pada Kustodian

2. Dibukakan Sub Rekening Efek pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian oleh Kustodian

3. Memiliki nomor tunggal identitas Pemodal (Single Investor Identification/SID) dari lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.

Tapi bagaimanapun itu, nilai uang untuk perlindungan di pasar modal Indonesia memang masih relative kecil jika dibandingkan negara lain yang pasar modalnya relative setara atau bahkan lebih maju.


Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved