www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Beli Masa Depan Melalui Kontrak Berjangka alias Futures

23-Nov-2017 12:01:54 WIB | Online | Share
Beli Masa Depan Melalui Kontrak Berjangka alias Futures

Investasiku.co.id – Produk investasi Kontrak Berjangka (Futures Contract) juga tersedia di pasar modal Indonesia. Opsi atau alternatif investasi lainnya itu merupakan bagian dari produk derivatif.

Tentang produk derivatif secara umum sudah dibahas sebelumnya. Baca lagi artikel ini: Mengenal Produk Derivatif.

Di pasar modal Indonesia, belum banyak produk derivatif tersedia. Paling baru ada Kontrak Berjangka Indeks Efek LQ45 (LQ45 Futures) dan Kontrak Opsi Saham yang diaktifkan kembali oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama regulator lainnya pada Februari 2016.

Payung hukum tertinggi produk ini adalah Peraturan Bapepam LK (sekarang OJK) Nomor II.E.1 tentang Kontrak Berjangka dan Opsi atas Efek atau Indeks Efek.

Pada peraturan itu disebutkan Kontrak Berjangka adalah suatu perjanjian yang mewajibkan para pihak untuk membeli atau menjual sejumlah underlying pada harga dan dalam waktu tertentu di masa yang akan datang.

Underlying dimaksud di situ adalah efek (saham, obligasi, indeks saham, indeks obligasi, atau mata uang/currency) yang menjadi dasar transaksi kontrak.

Dalam konteks produk LQ45 Futures berarti underlying-nya adalah saham-saham yang ada di dalam indeks LQ45. Biasa disebut kumpulan 45 saham paling likuid.

Baca Juga : Mengenal Reksa Dana Berbasis Indeks

Setiap underlying yang akan dijadikan dasar transaksi kontrak wajib memenuhi persyaratan-persyaratan. Antara lain, memeroleh persetujuan tertulis dari Bapepam LK yang kini menjadi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pemilihan underlying didasarkan pada suatu riset khusus oleh BEI bersama-sama dengan Lembaga Kliring dan Penjaminan, dan mendapat dukungan tertulis sekurang-kurangnya 10 perusahaan sekuritas Anggota Bursa Efek.

Selain itu, kumpulan efek yang menjadi underlying harus terdiri dari sekurang-kurangnya gabungan 10 efek. Kemudian dalam tiga bulan terakhir, rata-rata kontribusi nilai atau harga harian masing-masing efek tidak lebih dari 30 persen dari total nilai atau harga sekumpulan efek atau indeks sekumpulan efek dimaksud.

Khusus untuk aktivitasi kembali LQ-45 Futures pada Februari 2016, pada tahap awal terdapat delapan perusahaan sekuritas Anggota Bursa yang menjadi penyedia likuiditas. Supaya produk itu tetap likuid atau mudah ditransaksikan.

TEKNIS

Definisi dari BEI, Futures alias Kontrak Berjangka adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu underlying di masa mendatang. Sedangkan kontrak indeks merupakan kontrak berjangka yang menggunakan underlying berupa indeks saham.

Khusus untuk LQ45 Futures yang saat ini tersedia, spesifikasinya seperti ini:

Kesannya mahal ya? Tenang, BEI menyediakan Mini LQ45 Futures. Underlying-nya sama yaitu LQ45 sebagaimana LQ45 Futures tapi multipliernya diperkecil yaitu Rp 100 ribu per poin indeks atau seperlima (1/5) dari LQ45 Futures.

Dengan begitu nilai transaksi, kebutuhan marjin awal, dan fee transaksinya juga lebih kecil. Mini LQ45 Futures cocok untuk investor pemula dan investor ritel yang baru memulai investasi atau transaksi indeks LQ45.

Selain multipliernya yang lebih kecil, margin awal Mini LQ45 Futures juga hanya 4 persen dari nilai kontrak. Beda dengan LQ45 Futures yang sudah ditetapkan sebesar Rp 3 juta per kontrak.

Selain itu ada juga Mini LQ45 Futures Periodik. Kontrak yang diterbitkan pada hari bursa tertentu dan jatuh tempo dalam periode hari bursa tertentu. Periode kontrak sejauh ini kontrak periodik harian yaitu dua hari bursa.

Sebenarnya transaksi Futures bukan hal rumit meskipun tidak sesederhana transaksi saham atau efek lain pada umumnya.

Jika disederhanakan, transaksi Kontrak Berjangka alias Futures itu ibarat seseorang yang ingin membeli mobil kemudian datang ke diler. Saat datang, stok mobilnya ternyata kosong dan dijanjikan baru ada barang tiga bulan kemudian.

Pembeli dan penjual kemudian sepakat pada satu harga pada saat itu juga meskipun tiga bulan kemudian mobilnya baru datang.

Nah harga mobilnya saat datang nanti sudah naik atau justru turun? Di situ pentingnya analisa. Kalau ternyata naik alias lebih tinggi dari harga kontrak, berarti ada selisih yang menjadi keuntungan pembeli. Kalau yang terjadi sebaliknya ya berarti ada kerugian.

Namun kontraknya itu bisa diperdagangkan. Jam perdagangannya seperti diatur oleh BEI yang terdapat pada bagan di atas. Yang memfasilitasi transaksi kontrak itu adalah perusahaan sekuritas Anggota Bursa.

Logika transaksinya; Saat terjadi prediksi market bullish alias naik maka investor membeli kontrak berjangka (Long Futures). Sebaliknya, saat prediksi bearish maka investor menjual kontrak berjangka tersebut (Short Futures).

KEUNTUNGAN

Dari sisi keuangan, selain sebagai cara lain meraih keuntungan dari pasar modal, produk Futures adalah pilihan instrument lindung nilai (kompensasi risiko atas kerugian yang disebabkan oleh penurunan nilai dari portofolio saham).

Selain itu, investor dapat bertransaksi sell (jual) kontrak berjangka alias Futures itu sehingga memungkinkan investor mendapatkan keuntungan pada derivative market.

Foto: financialexpress

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved